Perjalanan untuk Mengenali Diri Sendiri (Bagian ke-2)

Entrepreneur

3. Inovatif dan terus berinovasi
Selain itu, seorang entrepreneur biasanya adalah orang yang inovatif. Maka itu, seringkali model bisnis mereka biasanya belum ada sebelumnya di negara/kota/daerah yang bersangkutan (sehingga jadi yang pertama) atau bisnis yang solutif (memberikan solusi secara holistik kepada pasar yang dituju).

Yang dimaksud inovatif maksudnya seperti ini. Ada seseorang yang berbisnis toko bakmi dan ia adalah pedagang yang hebat. Toko bakminya memang sukses dan membawa sang pemilik usaha akhirnya menjadi kaya raya. Tapi, dari muda sampai tua, beliau harus terus turun tangan yang mengaduk bakminya. Atau, tidak ada ekspansi dalam bisnisnya. Entah itu jumlah menunya atau pun tokonya. Ya, seekspan-ekspannya paling hanya sampai 2-3 cabang atau beberapa menu.

Berbeda dengan kaum entrepreneur. Sama-sama produk yang dijual adalah bakmi, tapi dengan kekuatan sistem yang dibangunnya dan sumber daya yang dimilikinya, cabang restoran bakminya mungkin bisa mencapai ratusan, karyawannya pun juga ratusan bahkan sampai ribuan, dan begitu banyak orang mengenal brand-nya. Sang founder-nya sendiri mungkin sedang sibuk terus membangun relasi, menganalisa pasar, melihat peluang-peluang baru, “memperkaya” diri dengan pengetahuan baru agar ia bisa terus berinovasi, dan tentunya mengambil keputusan.

Para entrpreneur biasanya pribadi yang inovatif karena telah terbiasa dituntut untuk berpikir lebih keras dibandingkan dengan orang-orang pada umumnya untuk mencari solusi bagaimana caranya keluar dari berbagai permasalahan di awal-awal kehidupannya. Dengan begitu, berpikir kreatif dan strategis jadinya seperti “pe-er” sehari-hari para entrepreneur. Kalau tidak inovatif, mereka bisa kalah dengan kehidupan ini. Agar usahanya panjang umur, maka inovasinya jelas tidak hanya sekali di awal, tapi harus terus berkembang. Apalagi, di tengah roda kehidupan yang begitu cepat sekarang ini karena dampak dari perkembangan teknologi yang begitu pesat. Para entrepreneur modern biasanya juga dituntut lebih open minded, progresif, dan cepat beradaptasi dengan zaman.

***

Dari segi literatur, Anda bisa coba cek di beberapa kamus/ensiklopedia dunia seperti Oxford, Business Dictionary, atau Wikipedia, rata-rata definisi entrepreneur di dalamnya selalu ada poin; organizes and operates a business or businesses (mengatur dan menjalankan sebuah atau banyak bisnis), great risk taker (pengambil resiko yang besar), decision maker (pembuat keputusan), dan acquires the human and other required resource (memiliki sumber daya manusia dan lainnya).

***

Sampai di sini mungkin ada sebagian dari Anda yang bingung jika saya sempat bilang Tukul Arwana adalah seorang pemimpin juga. Mungkin ada dari Anda yang merasa beberapa candaannya tidak inspiratif atau sembrono. Di sini, saya akan memandangnya seperti ini; pertama, tidak semua manusia sempurna termasuk seorang pemimpin, jika ada sedikit kekeliruan itu adalah wajar, apalagi mengingat Tukul ini masuk dalam industri komedi di Indonesia, yang mana kita tidak dapat pungkiri bahwa meledek atau ‘mengatai’ orang lain saat bercanda memang masih ‘menyenangkan’ bagi sebagian besar orang Indonesia. Buktinya, Tukul masih bertahan hingga sekarang. Dan jujur saja, jika kita sedang bercanda dengan kawan-kawan kita, pasti ada kan ledek-ledekannya? Lalu ke-2, kalau Anda tidak terinspirasi dari kehidupan/ilmu yang dibagikan Tukul, atau candaannya tetap tidak bisa Anda terima sehingga bagi Anda, ia tidak cocok disebut pemimpin, itu juga sah-sah saja, berarti Anda bukan “pangsa pasar”-nya. Maka itu, ada baiknya seorang pemimpin juga book smart sehingga pangsa pasarnya bisa lebih besar, dari berbagai kalangan. Bisa juga dengan memilih industri bisnis yang segmentasi pasarnya tidak terlalu “minoritas” sehingga jangkauannya bisa lebih besar.

Bersambung ke bagian ke-3.

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

4 thoughts on “Perjalanan untuk Mengenali Diri Sendiri (Bagian ke-2)

  1. […] — Bersambung ke bagian ke-2. […]

  2. mysukmana November 17, 2015 at 12:50 pm Reply

    ijinkan saya menyimak..keren nih sharingnya kak 🙂

    • OKINICE November 18, 2015 at 4:55 am Reply

      Makasih ya. Semoga bermanfaat. Hehe. =) Nanti saya berkunjung balik ke blog kamu.

      • mysukmana November 18, 2015 at 5:55 am

        oke kak..makasih juga ya 🙂 sama sama saling menginspirasi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: