Momen Seru Kehidupan (bagian 2)

10

Saat ini saya mau menyambung cerita Momen Seru Kehidupan (bagian 1) sebelumnya. Nah, setelah masa SMP lalu SMA, masuklah ke masa kuliah dan ngantor. Apa sih momen-momen seru yang pernah saya lewati di masa ini? Berikut ceritanya.. 😉

Masa-masa kuliah.
Sekolah saya dulu muridnya sangat sedikit seperti tempat kursus, sehingga yang masuk universitas A, B, C, masing-masing paling hanya 1-2 orang per sekelas, termasuk hanya saya yang masuk ke STIKOM the London School of Public Relations. Jadi, saya benar-benar mencari teman baru saat berkuliah. Puji syukur, saat baru menjadi mahasiswa lalu berkenalan dengan teman baru di kelas, pas sekalii teman saya itu tinggal di komplek yang sama dengan saya, bahkan rumahnya cuma sederetan dengan rumah saya! :)) Dari sekian banyak mahasiswa dan kelas, bisa-bisanya berkenalan dengan yang rumahnya begitu dekat dengan saya, bagi saya merupakan keuntungan tersendiri. Kami jadi sering pergi dan pulang kuliah bersama. Karena berasal dari area yang sama dan sekolahnya juga tidak jauh-jauh dari sekolah saya dulu, sehingga obrolan kami lebih cepat nyambung dan justru tidak seperti teman yang baru benar-benar kenal, sehingga saya merasa tidak terlalu asing sebagai mahasiswa baru di kampus saya dulu.

Saya ingat dulu saya dan dia pernah bercanda saat perjalanan ke kampus. Kami tertawa cekikikan tidak henti-henti, terutama saat di bus Transjakarta. Karena kami kuliah pagi, bus Transjakarta biasanya memang selalu banyak penumpang. Pun saat itu. Banyak penumpang tapi suasananya hening. Jadi bisa dibayangkan dong, yang paling menonjol hanya suara cekikikan kami berdua yang saat itu duduk paling belakang. Saking tak usai-usainya ketawa, kami sampai kelewatan halte kami waktu itu! :’)) Sampai ada penumpang yang berkata; “jangan becanda terus makanya”. Belum lagi saya ingat pas saya beranjak berdiri dari tempat duduk, joknya copot, sehingga tawa kami tambah tak terkontrol. :’))

Di tahun pertama kuliah (semester 1 dan 2) juga, saya kembali membentuk geng yang isinya bertujuh juga, tetapi isinya 4 wanita dan 3 pria. Dalam satu geng itu ada teman yang rumahnya berdekatan dengan saya itu. Pernah sekali waktu, beberapa orang di antara kami (waktu itu kebetulan saya lagi tidak ikutan) ditegur seperti ini oleh seorang bule di bus Transjakarta; “hey, silence is golden”. Lol! Berarti bisa terbayang betapa ‘ribut’nya kami kan?

Pernah suatu kali, saya dengan salah satu teman segeng saya itu, tapi bukan yang rumahnya berdekatan dengan saya, pulang bersama ke area rumah saya. Kalau saya tujuannya untuk pulang ke rumah, sedangkan teman saya tujuannya untuk mengajar di salah satu tempat kursus di sekitaran daerah rumah saya. Saya agak lupa mengapa, tapi saat itu perjalanan pulang kami sangat macet, padahal kami pulang kuliah jam satuan siang. Biasanya sih karena ada kebakaran atau perbaikan jalan kalau sudah sampai separah itu. Yang saya hanya ingat saat itu adalah.. kami membawa kondisi stress seperti itu dengan penuh canda tawa. Anda tahu dong rasanya bagaimana, siang-siang panas di dalam bus Kopami, dalam keadaan macet total dan lapar seperti apa.. Tapi kami melewatinya seolah-olah kondisinya begitu menyenangkan.. :)) Kami bersarkasme ria seperti berkata, “ih dingin yaa.. lu berasa dingin gak sih.. gue sampai menggigil begini..” xD Lalu saat kami melewati restoran nasi campur, kami berkata, “eh, ini kalau kita turun dulu makan nasi campur ide bagus nih.. pasti masih keburu naik ke bus lagi..” (saking macetnya waktu itu). :))

Bukan saja becanda doang loh. Waktu itu kami ala-ala ada drama gitu juga, yaitu terjadi pada teman saya sebut saja Mawar dan Awan. Awan ikutan semacam pemilihan putra-putrinya kampus. Kami pun mendukungnya tentunya. Tetapi, pemilihan semacam ini ternyata menuntut Awan untuk ikutan macam-macam latihan sedangkan kami ada tugas kelompok di kelas, sehingga Awan jadi jarang terlibat dalam tugas tersebut. Lama-lama, Mawar pun kesal dan ngomel; “ya ikutan pemilihan gitu silahkan aja, kita dukung, tapi jangan lupa tugas kelompok juga dong. Pokoknya kalau ngga ikut kerjain tugas kelompok lagi, gue udah males ngomong, langsung coret aja dari grup!” Eaaa. Hahaha. Padahal, usut punya usut, Awan sebenarnya tidak enak juga melewatkan terus kerja kelompok. Nah.. Namun, tahukah Anda.. Kejadian ini yang saat itu drama, jadinya setelah lewat hanya beberapa tahun kemudian malah jadi bahan bercandaan kami. :)) Kami ala-ala mengulang kalimat Mawar tersebut lalu menimpalinya dengan candaan lainnya.

Masuk tahun ke-2 dan seterusnya pun ada cerita “ada-ada saja” lainnya lagi. Saat masuk tahun ke-2, saya mendapatkan kelas baru dan membentuk grup pertemanan lagi. Pernah suatu kali, usai pulang kuliah, grup kami ini berencana main ke kostan salah satu teman yang ada di grup. Sebelum ke kostan-nya di daerah Bendungan Hilir (kalau tak salah ingat), kami makan siang dulu di dekat-dekat sana. Dalam perjalanan kami dari tempat makan ke kostan teman saya tersebut.. kami dikejar-kejar pengamen waria! :)) Padahal kami semua wanita, tapi kami dikejar-kejar oleh mereka.. lol. Karena dikejar-kejar begitu, kami sempat bersembunyi di sebuah rumah makan yang kami lewati. Haha. Yaa, sebenarnya sih para waria itu hanya ingin isengin kami, tapi ya tetap saja kami merasa takut. Hehehe.

Masa-masa ngantor.
Setelah lulus kuliah, saya ada masuk ke sebuah perusahaan yang bergerak di industri publishings (media cetak). Stafnya sangat sedikit saat itu, rata-rata masih baru juga di perusahaan tersebut, dan semuanya masih anak muda. Entahlah, tetapi setiap hari ada saja bahan candaan kami. Hampir setiap hari kami selalu mendengar kalimat “ih, kamu seksi banget sih hari ini..” tapi kalimat ini diutarakan oleh pria kepada teman pria lainnya.. loll! Mereka heteroseksual, tapi becandaannya ya gitu. xD

Belum lagi, karena perusahaan tersebut bergerak di bidang media cetak, sehingga banyak model, produk, dan liputan acara yang kami foto-foto. Tapi, bukan hanya hal-hal tersebut yang sering difoto, kami pun banyakk sekali memotret diri kami sendiri! Haha. Sampai bingung, ini publishings company atau photography agency?

Untuk cerita masa-masa ngantor, belum selesai loh. Masih ada lingkungan pekerjaan lagi yang bisa saya ceritakan. Tapi ada baiknya di artikel berbeda kali ya.

— bersambung ke bagian 3.

 

 

 

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , , , ,

One thought on “Momen Seru Kehidupan (bagian 2)

  1. […] lainnya. Selain yang saya ceritakan di artikel Momen Seru Kehidupan (bagian 2) sebelumnya, masih ada lagi social circle saya lainnya yang tidak kalah ‘edan’, termasuk […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: