Sudah Minder, Sombong Pula!

arogan

Judul di atas sebenarnya kurang tepat, karena minder/insecure (tidak aman) dengan sombong bukan dua hal yang berbeda, tetapi justru salah satu penyebab mengapa orang menjadi sombong adalah perasaan insecure-nya.

Orang yang pemalu adalah orang minder/insecure dengan intrepertasi pasif, sedangkan orang yang sombong adalah orang minder/insecure dengan intrepertasi agresif. Atau, sederhananya saja, orang yang sombong itu adalah orang yang insecure tapi tetap jaga gengsi. Makanya ada kondisi di mana ada orang yang dari luar sebenarnya kelihatan percaya diri, tapi sebenarnya dalamnya minder.

Contoh kasusnya seperti ini, sebut saja nama samaran Somad. Suatu hari Somad sebenarnya ingin bergabung di sebuah lingakaran sosial, tapi ia tidak tahu cara membangun hubungan dan bergaul di lingkaran sosial tersebut. Karena ia tidak tahu caranya, merasa akan kikkuk saat di tengah lingkaran sosial tersebut, dan takut dianggap tidak asik, ia pun merasa minder/insecure dengan kondisinya tersebut. Namun di satu sisi, untuk tetap jaga gengsi dan tidak mau merasa ia-lah yang akan tertolak nantinya, maka ia memanipulasi rasa minder itu dengan merasa bahwa ia-lah yang tidak mau bergaul di lingkungan itu karena tidak selevel dengannya, orang-orangnya tidak baik, atau apa pun alasan yang menurunkan nilai lingkaran sosial tersebut. Maka, tindakan yang diambil pun jadi kebalikan dari keinginan sebenarnya.

Orang yang sombong berlaku seperti itu untuk mendevaluasi (menurukan nilai) orang lain supaya merekalah yang dapat tampil/merasa lebih berharga. Strategi ini dilakukan oleh orang yang insecure.

Orang yang merasa secure (aman, nyaman, baik) dengan dirinya tidak pernah takut akan penolakan karena ia tidak membiarkan pendapat/perlakuan orang lain mendefinisikan dirinya.

Orang insecure yang memperlakukan orang lain dengan cara yang sombong disebabkan karena mereka tidak yakin bahwa orang lain akan menerima mereka. Lalu, pola pikir mereka untuk mengatasi rasa tidak aman tersebut adalah “saya duluan yang akan menolak Anda sebelum Anda yang melakukannya”. Baca kembali contoh kasus di atas agar semakin memahami penjelasan ini.

Selain ini, apakah ada alasan lain lagi orang menjadi sombong? Ada, dan kapan-kapan ya baru saya bagikan.

*Referensi pribadi dan 2knowmyself.com

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , , , ,

One thought on “Sudah Minder, Sombong Pula!

  1. […] Seringkali, sudah low-end, malah kitanya yang sombong dengan memanipulasi diri berkata bahwa pembelilah yang tidak sanggup  membeli barang kita. Maka itu, orang sombong itu sebenarnya orang yang rendah diri tapi dibalut dengan gengsi, atau ‘halusinasi’ itu tadi. Saya ada bahas tentang kesombongan sebelumnya di sini. […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: