Monthly Archives: March 2016

Ngobrol Saja Kok Diatur?

what-goes-around-comes-back-around
Zaman dahulu kode dalam berkomunikasi digunakan dalam strategi perang dengan tujuan agar komunikasi SULIT DIMENGERTI oleh lawan perang. Jadi, kalau hari ini Anda berkomunikasi pakai kode-kodean kepada lawan bicara Anda, berarti lawan bicara Anda adalah lawan perang Anda. Maka, jangan harap mereka akan mengerti apa yang ingin Anda komunikasikan.

Nah, yang mau saya bahas di sini sebenarnya bukan tentang komunikasi kode-kodean ini, tetapi bahwa ternyata dalam hidup, semua ada ATURANNYA, bahkan termasuk dalam berkomunikasi, entah itu hanya ngobrol sekali pun. Kita tidak bisa berpikir A, berkata B, berlaku C, tapi berharap mendapatkan D. Kita tidak bisa mengomunikasikan sesuatu pakai kode-kodean, lalu berharap lawan bicara mengerti dengan sendirinya. Ya, dalam hidup, kita tidak bisa hidup semau-maunya namun berharap mendapatkan apa yang kita mau.
Continue reading

Advertisements

Risiko Orang yang Terlalu Pemalas

lazy

Saya pernah membaca riset bahwa risiko kematian orang yang terlampau pemalas yang sangat jarang beraktifitas sama besarnya dengan risiko kematian orang yang kecanduan rokok.

Iya, bisa saja riset itu benar, karena seorang pemalas berat dan tidak berbuat apa-apa dianggap tidak bermanfaat oleh alam semesta ini. Jadi, semacam tereliminasi oleh seleksi alam.