Ngobrol Saja Kok Diatur?

what-goes-around-comes-back-around
Zaman dahulu kode dalam berkomunikasi digunakan dalam strategi perang dengan tujuan agar komunikasi SULIT DIMENGERTI oleh lawan perang. Jadi, kalau hari ini Anda berkomunikasi pakai kode-kodean kepada lawan bicara Anda, berarti lawan bicara Anda adalah lawan perang Anda. Maka, jangan harap mereka akan mengerti apa yang ingin Anda komunikasikan.

Nah, yang mau saya bahas di sini sebenarnya bukan tentang komunikasi kode-kodean ini, tetapi bahwa ternyata dalam hidup, semua ada ATURANNYA, bahkan termasuk dalam berkomunikasi, entah itu hanya ngobrol sekali pun. Kita tidak bisa berpikir A, berkata B, berlaku C, tapi berharap mendapatkan D. Kita tidak bisa mengomunikasikan sesuatu pakai kode-kodean, lalu berharap lawan bicara mengerti dengan sendirinya. Ya, dalam hidup, kita tidak bisa hidup semau-maunya namun berharap mendapatkan apa yang kita mau.

Semua orang pasti suka kebebasan, apalagi kalau bisa bebas waktu dan bebas finansial. Saya pun jelas begitu juga. Tapi, kebebasan yang sebebas-bebasnya itu ilusi. Mengapa? Karena mau tak mau, hidup ini memang ada aturan yang wajib diikuti. Misalkan, secara biologis saja pun ada aturan alamnya. Saat masa pubertas, wanita (dan mungkin termasuk betina pada hewan mamalia) akan mengalami menstruasi, lalu saat usia lanjut, wanita akan melewati masa menopause dan berhentilah siklus menstruasinya. Nah, sekarang saya tanya, akankah Anda (wanita) melawan aturan alam ini?

Aturan ada karena ada fungsinya. Kalau bicara tentang siklus menstruasi di atas, fungsinya adalah berarti secara biologis, si perempuan (atau betina) sudah siap untuk dibuahi. Begitu pun tentang aturan hidup secara sosial dan psikologis. Setiap aturan yang dibuat ada fungsinya. Aturan-aturan hidup ini pun dirangkum dalam bermacam-macam bentuk, salah satunya agama.

Saya tidak tahu Anda beragama atau tidak. Tapi, jika Anda beragama, saya yakin bahkan hanya dalam hal ngobrol/berkata-kata pun ada aturannya. Agama Anda pasti mengajarkan Anda untuk berkata-kata yang baik, enak didengar, bahkan dianjurkan untuk berkata benar dan bermanfaat. Mana mungkin agama Anda mengajarkan berkata-katalah yang jahat, sembarangan, rumit, manipulatif, dan merendahkan? Fungsi dari aturan ini sendiri adalah agar Anda dapat membangun komunikasi dan relasi yang baik terhadap sesama.

Saya bukan manusia yang sempurna. Jelas sangat tidak mungkin saya selalu berhasil mengikuti setiap aturan kehidupan ini. Pada kondisi tertentu, bahkan saya pernah (banget) melakukan kesalahan-kesalahan yang fatal. Tapi, ini memang proses seumur hidup. Maka saat kita memang tidak bisa menjadi sempurna, paling tidak kita sudah melakukan yang terbaik semampu kita.

Advertisements

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: