Wow! Inilah yang Terlihat Saat Training Pramugari

Jika ditanya, apa yang sudah saya lewati dan saya temui, bisa jadi blog ini sudah ada ratusan artikel di dalamnya hanya dalam kurun waktu beberapa bulan. Maka itu, tidak satu-satu semuanya saya ceritakan, misalkan cerita tentang pagi-pagi melihat orang “minta-minta” dengan berpenampilan pocong bawa boneka di area Kota – Jakarta Barat, naik grab car yang pengemudinya adalah seorang pebisnis -yang katanya sih punya Jaguar di rumah-, disamperin tante-tante pemilik rumah makan untuk minta dibantu berkomunikasi pakai bahasa inggris via WhatsApp dengan ‘cem-cemannya’, melihat ibu-ibu menyetir truk isi kardus bekas yang menggunung, ngobrol dengan anak petani di kereta, mengajar les privat anak diseleksia, menginap di resort seharga belasan juta per malam (puji syukur saya mendapatkannya gratis. Hehehe),  dan masih banyakkk lagi.

Jadi, karena terlau banyak, saya memilah-milah untuk menceritakan yang menurut saya betul-betul merema saja. Dan ini salah satu pengalaman yang saya rasa nggak mudah untuk saya lupakan.

Sebulanan yang lalu, ini jelas pertama kalinya saya ke daerah Balaraja. Pertama kalinya juga melihat sendiri bagaimana pramugari dan teknisi pesawat di-training, dan proses pengolahan makanan yang nantinya akan disajikan dalam pesawat, di Lion City, sebuah district yang berisi mess, berbagai pos training untuk calon pilot, teknisi, dan terutama pramugari, dan Lion Boga, milik Lion Air Group. Dan…. semuanya keren! Saya seperti sedang study tour di sini. Hahaha.

lion-tcDari sini kita jadi semakin tahu bahwa profesi pramugari memang betul-betul tidak gampang. Makanya, wajar sih kalau gaji mereka juga besar, karena risiko mereka pun besar, belum lagi setara dengan banyaknya kelebihan mereka dari luar dan dalam.


Dari tampak luar, para pramugari dituntut untuk harus begitu cantik, ramah, sopan, anggun, dan feminim. Tapii.. Saat training ini, saya melihat sendiri, di belakang keramah tamahan dan kelemah lembutan mereka, ternyata mereka dilatih dengan cukup keras ala ala pelatihan BASARNAS secara mental maupun fisik untuk mempersiapkan diri jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat penerbangan. Semisal, pesawat dalam keadaan darurat (tanda-tanda akan jatuh), perlu mendarat dadakan, atau jatuh ke laut.

Jadi, saat itu saya menonton sendiri bagaimana mereka harus melewati simulasi kejadian-kejadian tersebut, dan… wow! Dengan wajah yang tetap harus ber-makeup, hari itu mereka mempraktikkan bagaimana caranya merosotkan diri dari sling jika pesawat mendadak mendarat di tanah, bagaimana mengevakuasi penumpang saat pesawat dalam keadaan darurat, dan bagaimana mereka harus menyelamatkan diri jika jatuh ke laut.
lion-tc (1).jpgDalam hitungan 8 detik, mereka harus merosot di sling berempat tapi turun satu per satu. Jika lebih dari 8 detik atau tehnik merosotnya salah, harus diulang kembali empat-empatnya. Lalu, ketika simulasi pengevakuasian penumpang saat tiba-tiba pesawat harus mendarat dadakan, mereka diminta oleh instruktur untuk meneriakkan hapalan mereka tentang langkah-langkah penyelamatan (yang katanya sih buku hapalannya saja teballl banget). Setelah itu, langkah berikutnya adalah mereka harus mengecek penumpang secara cepat, tetap menenagkan penumpang, membuka pintu pesawat yang beratnya bukan main (bahkan sampai disediakan satu pos di Lion City khusus untuk training membuka dan menutup pintu pesawat), melihat keadaan di luar pesawat sambil teriak-teriak “no fire, no thread, (no apa lagi lupa)”, menginstruksi para penumpang untuk segera bersiap-siap mengevakuasi diri dengan berteriak-teriak “tetap tenang, lepas sepatu, (dan apa lagi lupa)” hingga sesi simulasi jatuh ke laut dengan setting di kolam renang. This is cool.
lion-tc (2)
Bayangkan ya, dalam keadaan seperti itu, tetap harus tenang dan tahu apa yang wajib dilakukan, pastinya bukan hal yang mudah. Maka itu, kalau masih masa-masa belajar, mereka masih bingung-bingung sedikit tentu wajar. Saat sedang latihan pun, ada pastinya yang dibentak, misalkan kemarin itu “Ayo jalannya cepetan! Kamu pramugari atau putri Solo?!”. Lalu, saat simulasi di kolam renang, ada yang sulit membawa dirinya di air dan sekejap ia berkata “nggak bisa”. Instrukur pun langsung menyanggah, “kalau ngomong nggak bisa, jangan jadi pramugari!”.

Yak, seperti biasa, hidup belum lengkap kalau kita belum.. mencoba! Hahaha. Yup, saya ikut mencoba merosot di sling! Wah, kamu pasti bilang, apa ngeri dan susahnya sih merosot di sling seperti itu? Anggap saja kayak lagi main perosotan. Hmm, tahukah, tidak mudah loh ternyata, karena ada tehniknya. Jadi tidak asal merosot saja, tetapi keadaan tangan harus tetap menyilang di dada, kaki harus tetap rapat, dan badan tetap harus tegak. Kelihatannya mudah, namun pada praktiknya ternyata tidak juga.

Kalau tadi simulasi di pesawat boeing, setelahnya ada juga simulasi di pesawat airbus, dan kali ini untuk yang sudah jadi pramugari. Simulasinya adalah bagaimana menghadapi orang yang mabuk dan membuat ulah di dalam pesawat. Ternyata saya baru tahu juga ada tehniknya membuat orang yang mabuk (yang pakai ngamuk) menjadi terdiam. Kurang lebih kalau tidak salah tangkap, kepala pemabuk didorong ke bawah, lalu telinga belakangnya ditekan.

lion-bogaBelum selesai sampai di situ. Setelahnya, saya juga mengunjungi Lion Boga alias dapur gitu la ya. Cuma ya, ini dapur super besar dan super steril. Sebelum masuk ke “dapur”, kami yang berkunjung perlu memakai shower cap, masker, baju lab, cuci tangan, dan masuk ke ruangan kecil yang untuk diangin-angini (tujuannya agar betul-betul tidak ada debu dan rambut yang masih menempel di badan).
lion-boga (1)Setelahnya, barulah melihat ada bagian ruangan khusus untuk masak nasi (yang katanya sehari bisa sampai ton-tonan), ruangan untuk masakan berat, ruangan untuk potong-potong sayur, ruangan untuk packaging (yang dingin banget), ruangan untuk dessert (yang dingin banget juga), dan lain-lain.

Seperti biasa, bukan Okinice kalau tidak mengambil moral of the story. Hahaha. Selain pastinya merasa senang bisa melewati pengalaman baru serta mendapat banyak pengetahuan baru ini yang bisa saya bagikan kepada kamu, saya juga berpikir, apakah setiap perempuan seharusnya memiliki pribadi layaknya pramugari. Kalau dari saya, mungkin iya. Tanpa harus kita menjadi pramugari, memang mungkin seyogianya seorang perempuan punya mental yang tough, berani, suka menolong, dan mandiri, tapi di sisi lain juga tetap tidak menghilangkan sisi kewanitaannya yang lemah lembut, ramah, manis, dan sopan. Karena bukankah secara natural, perempuan tercipta begitu?

Secara alamiah, perempuan punya jiwa ‘nurturing. Dan bicara tentang ‘nurturing’ (memelihara/membesarkan), hal ini bukan hanya tentang memberi anak-anaknya makan secara biologis. Lebih dari itu, seorang ibu tahu bahwa hidup ini tough, maka ia akan menjadi contoh bagi anak-anaknya atau generasinya bagaimana menghadapi hidup yang tough ini. Apalagi di zaman sekarang di mana terkadang kondisi membuat mau tak mau banyak ibu rumah tangga harus bekerja juga. Jadi, secara alamiah, perempuan memang mahluk yang tough (bahkan sebenarnya sepertinya dianggap lebih bermanfaat oleh alam semesta karena ada nurturing skill itu). Kalau mau, ini sebenarnya bisa diceritakan asal muasalnya dari zaman purba. Tapi, rasanya bukan bagian saya yang cerita kalau sudah menyangkut-nyangkut sejarah.

Namun, saya yakin, menjadi tough, mandiri, berani, dan suka menolong, itu jelas artinya berbeda dengan menjadi keras kepala, keras hati, susah diatur, sok hebat, dan galak. Mental tough dan lain-lainnya ini ada pada mahluk hidup karena memang diperlukan dengan tujuan untuk bertahan hidup (survival instinct). Namun, di sisi lain, tetap membawa diri secara ramah, sopan, lemah lembut, suka merawat/merias diri, dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan perempuan. Karena hal-hal seperti itu juga natural-nya perempuan kok.

Oh ya, setelah ini sih kata PR-nya Lion Air, ada tempat yang disebut bandara emas. Di sana ada simulator bagaimana mengemudikan pesawat dalam pesawat yang bukan mock-up tapi pesawat betulan, dan kita bisa mencobanya. How cool. Duh, mudah-mudahan saya kesampaian mencobanya dan bisa bercerita lagi di sini. 🙂

 

Advertisements

Tagged: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: