Monthly Archives: May 2017

Bumi Bulat VS Bumi Datar

Dulu pernah ngobrol sama temen soal evolusi. Kami berdiskusi mungkin manusia purba (yang punya anatomi layaknya kera seperti yang dijelaskan Charles Darwin) terus berevolusi sampai akhirnya ada satu hasil evolusi yang paling sempurna, mungkin manusia itulah yg disebut “manusia pertama” di bumi. Dan akhirnya mendapat julukan ciptaan paling sempurna di antara ciptaan lainnya. Mungkin ya.. Ini hanya cerita-cerita saja.

Siapa pun yang bercerita, kalau cerita tentang hal-hal seperti ini, saya rasa sepertinya tidak terlalu banyak orang di negara kita ini yang berminat untuk ikutan. Bagaimana bisa berminat dengan topik-topik seperti evolusi dan lain-lain yang sebanding? Kalau di abad 21 seperti ini masih ada yang percaya bahwa bumi itu datar dan perempuan bisa hamil akibat sperma yang masuk dari pori-pori kulit.

Memang sih, however, history repeats itself. Perdebatan bentuk bumi pernah terjadi di abad ke-15 di negara bagian barat. CMIIW. Entah sebelum abad 15 apakah pernah terjadi perdebatan yang sama juga tidak ya? Tapi kalau mau realistis, ya ok lah, negara kita kan negara berkembang. Baru 70 tahunan merdeka. Tapi entahlah, ya maunya sih ngga di tahun 2017 juga kali masih ribut soal bentuk bumi.. 😐 Di kala smartphone dan berbagai produk digital sudah muncul, lalu masih ada yang meributkan bentuk bumi, itu rasanya… ah sudahlah. Lalu, kalau begini ceritanya, apa kita perlu menunggu hingga 600 tahun kemudian untuk melihat bangsa ini maju? Semoga tidak selama itu tentunya!
Continue reading

Advertisements

Taksi Konvensional VS Taksi Online

Taksi
Kembali marak terjadi. Demo para sopir angkutan umum terhadap taksi/ojek online, namun kali ini terjadi di kota-kota luar Jakarta. Karena peristiwa ini, saya jadi teringat tahun lalu saat demo taksi konvensional di Jakarta menjadi rusuh dan anarkis, seperti biasa, netizen pun mulai banyak yang berkomentar di social media menanggapi peristiwa tersebut.

Selain membahas fenomena angkutan online, saya sebenarnya lebih ingin bercerita tentang sesuatu yang disebut; berpikir secara holistik (bepikir secara menyeluruh/luas). Jadi, saat kita “melihat” suatu peristiwa, kita melihatnya dari banyak sisi. Saya percaya bahwa saat kita dapat berpikir secara holistik, entah seberapa besar pengaruhnya, itu akan membantu kita agar lebih bisa menguasai emosi/perasaan kita, membantu mengasah rasa empati kita, dan membuat kita jadi lebih pengertian tentunya. Analoginya, hanya karena ada beberapa “koreng” di kulit jeruk, bukan berarti jeruk tersebut busuk bukan?
Continue reading