Bumi Bulat VS Bumi Datar

Dulu pernah ngobrol sama temen soal evolusi. Kami berdiskusi mungkin manusia purba (yang punya anatomi seperti kera seperti yang dijelaskan Charles Darwin) terus berevolusi sampai akhirnya ada 1 hasil evolusi yang paling sempurna, mungkin manusia itulah yg disebut “manusia pertama” di bumi. Dan mendapat julukan ciptaan paling sempurna di antara ciptaan lainnya. Mungkin ya.. Ini hanya cerita-cerita saja.

Siapa pun yang bercerita, kalau cerita tentang hal-hal seperti ini, saya rasa sepertinya tidak terlalu banyak orang di negara kita ini yang berminat untuk ikutan. Bagaimana bisa berminat dengan topik-topik seperti evolusi dan lain-lain yang sebanding? Kalau di abad 21 seperti ini masih ada yang percaya bahwa bumi itu datar dan perempuan bisa hamil akibat sperma yang masuk dari pori-pori kulit.

Memang sih, however, history repeats itself. Perdebatan bentuk bumi pernah terjadi di abad ke-15 di negara bagian barat. CMIIW. Dan entah sebelum abad 15 apakah pernah terjadi perdebatan yang sama juga. Ya oke lah, negara kita kan negara berkembang. Baru 70 tahunan merdeka. Tapi entahlah, ya inginnya sih ngga di tahun 2017 juga kali masih ribut soal bentuk bumi.. Hahaha. Di kala smartphone dan berbagai produk digital sudah muncul, lalu masih ada yang meributkan bentuk bumi, itu rasanya… ah sudahlah. Lalu, kalau begini ceritanya, apa kita perlu menunggu hingga 600 tahun kemudian untuk melihat bangsa ini maju? Semoga tidak selama itu tentunya!

Heran ya, padahal di buku pelajaran sekolah kan jelas-jelas gambar planet bulat-bulat. Kalau pun tidak percaya bumi itu bulat, kita kan bisa berpikir, kalau memang bumi datar, ujungnya di mana sayang? Lalu, kalau lihat bulan kan itu jelas banget bentuknya bulat! Kenapa bulan bulat terus tiba-tiba bumi datar? xD. Dan ini logika sederhana toh?

Ada faktor-faktor yang dapat dikaji mengapa sampai teori semacam “bumi itu datar” bisa begitu dipercayai oleh sebagian orang. Dan menurut saya, sistem pendidikan kita adalah salah satu faktor yang sangat perlu dikaji. Sistem pendidikan di sini adalah sistem secara menyeluruh maksudnya. Jadi bukan maksud saya di buku pelajaran IPA dari Kemdikbud itu gambar buminya datar.

Sistem pendidikan yang tidak beres dapat membuat social gap (semakin) besar. Tahukah Anda? Saat saya berprofesi menjadi tenaga pengajar untuk toddler school, bayangkan, anak usia 3 tahunan di tempat saya bekerja, bukan saja diajarkan warna-warna pada umumnya. Tapi, dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Inggris, mereka diajarkan untuk membedakan mana saja yang disebut primary color (warna primer), dan dengan memakai tabung reaksi mini, ditunjukkan bagaimana perubahan warna jika warna primer merah dan biru digabungkan, dan seterusnya. Seingat saya, zaman saya sekolah, topik warna primer dan sekunder baru diajarkan di SD deh :)) Tapi lupa SD kelas berapa. Contoh lainnya, salah satu murid kelas 4 SD dari sekolah bertaraf internasional di bimbel tempat saya pernah bekerja, sudah diberi latihan membaca novel bahasa Inggris oleh gurunya. Novel ya, bukan cerita bergambar lucu-lucu.

Jadi bayangkan, bagi mereka yang mampu menyekolahkan anaknya di sekolah yang mahal, berkualitas bintang 5, lalu diberikan asupan gizi yang baik, maka perkembangan otak anak mereka pun jadi lebih bagus. Ketika dewasa, kesempatan kerja jelas lebih terbuka bagi mereka. Kalau pun bukan soal bekerja, jika anak mereka jadi cerdas sekali, ya itu juga jadinya wajar. Istilah sederhananya, di Indonesia, yang pintar, pintar banget. Tapi bagi yang kurang mendapatkan pendidikan yang tepat, betul-betul begitu kurang.

Oh ya, bukan berarti bahwa anak-anak yang bersekolah di sekolah mahal sudah pasti lebih berkualitas dibandingkan dari sekolah yang murah. Perbandingannya di sini kan dengan mereka yang percaya bahwa bumi itu datar. Jauh sekali kan gap-nya? Itu berarti ada yang tidak beres dengan sistem pendidikan kita.

Di satu sisi, jangan sampai flath earth believers merasa terhakimi juga 🙂 Sekali lagi, ada banyak faktor yang perlu dikaji mengapa seseorang bisa begitu percaya bahwa bumi itu datar yang mana salah satunya adalah sistem pendidikan kita itu tadi.

Advertisements

Tagged: , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: