Category Archives: Entrepreneurship/Leadership

Cara Mengetahui Profesi yang Cocok untuk Anda

Teman-teman, siapa yang di sini ingin menjadi pebisnis? Jika kamu salah satunya, apa yang menjadi motivasimu? Ada beberapa orang yang ingin berdagang karena bagi mereka, kerja sama orang (being employee) itu tidak akan bikin kaya sampai kapan pun. Well, di sini saya ingin bertanya balik, kalau semua orang ingin jadi pemilik usaha, maka yang jadi karyawan siapa?

Di sinilah saya berharap supaya semakin banyak orang memahami bahwa kerja sama orang tidak lebih buruk dibandingkan menjadi pedagang. Di dunia ini, memang ada yang bakatnya kerja dengan orang, ada juga yang berdagang. Dan, entah apakah kamu karyawan atau pun bos, semua profesi pasti ada tantangan dan kesulitannya tersendiri.

esbi-big

Pada artikel seri “Siapakah Saya?” beberapa waktu lalu, saya ada menuliskan bahwa di hidup ini ada orang-orang yang masuk sebagai kaum entrepreneur, pedangang, seniman, akademisi, superstrar, cinderella (ibu rumah tangga), dan lain-lain.
Continue reading

Advertisements

Ada Apa dengan Motivator?

Quotes (47)

Walaupun tidak viral, dan pastinya tidak semua orang, tetapi belakangan profesi motivator memiliki citra yang kurang baik bagi beberapa orang. Jadi, ada orang-orang yang beranggapan bahwa para motivator hanya jago berteori saja, tetapi prestasinya sendiri tidak ada. Maksudnya, para motivator tersebut tidak ada bisnis atau prestasi apa pun, dan akhirnya bisnisnya itu ya menjadi motivator, yang artinya menjual teori mereka melalui seminar, buku, dan produk-produknya yang lain.

Setahu saya pribadi, sebenarnya dulu konsep motivator memang kebalikan dari anggapan orang yang saya tulis di atas. Jadi sederhananya, motivator adalah para kaum entrepreneur atau orang-orang sukses yang suka berbagi. Maksudnya begini, misalkan ada seseorang yang akhirnya sukses menjadi entrepreneur, lalu ia ingin berbagi pengalamannya selama ini bagaimana akhirnya ia bisa sukses agar orang lain juga bisa sukses seperti dirinya, di sinilah ia disebut motivator. Mengapa sebutannya motivator? Karena jika ia saja bisa melewati masa-masa sulitnya sampai akhirnya bisa sukses, berarti ia percaya orang lain juga bisa. Memotivasi bukan? Contohnya ini, setahu saya seperti Chairul Tanjung dan Aprie Angeline.

Continue reading

Perjalanan untuk Mengenali Diri Sendiri (Bagian ke-3)

common sense

Pada artikel bagian ke-2 sebelumnya, saya ada menyebut kata “book smart”. Maksudnya apa sih “book smart”? Jadi, kecerdasan seseorang bisa dibentuk dari 2 macam sumber, yaitu dari buku-buku (teori) atau dari eksperimen langsun di lapangan (praktek). Book smart merujuk pada orang yang sangat suka belajar, membaca, mencari tahu wawasan-wawasan baru, dan biasanya disebut juga sebagai orang yang well-educated, sedangkan street smart adalah orang-orang yang cerdas melalui terjun langsung di lapangan, melihat kondisi di lapangan seperti apa, dealing langsung dengan kondisi di lapangan, dan mempraktekkan apa yang seharusnya dilakukan.

Nah di dunia ini, ada yang masuk sebagai kaum akademisi/cendekiawan (intellectual). Orang-orang seperti ini cocok berprofesi sebagai guru, dosen, profesor, filsuf, dan semacamnya. Para kaum akademisi wajib merupakan orang yang book smart! Namun jika ia juga street smart tentunya merupakan nilai plus. Jadi ketika ia berbagi pengetahuannya kepada orang lain biasanya akan lebih mengena karena bisa dihubungkan dengan pengalaman pribadinya di lapangan.

Continue reading