Fisika x Metafisika

rumus-fisika

Hidup itu realistis.

Fisika mewakili usaha. Metafisika mewakili doa.

Usaha tanpa doa = masih ada harapan.
Doa tanpa usaha = ngarep.
Tidak ada usaha, tidak ada doa = ngarep pun dilarang.

 

Advertisements

EQ vs IQ (part 1)

Jika ditanya apa perbedaan kecerdasan intelejensia (IQ) dengan kecerdasan emosi (EQ), salah satu perbedaan yang paling sederhana adalah IQ itu perkara tentang TAHU, sedangkan EQ itu perkara tentang MAU.

eq

Contoh-contohnya seperti ini; orang yang ingin melangsingkan badan, ia tahu kok kalau ngemil terus maka dietnya akan gagal. Tapi, mau ngemil lagi atau tidak, itu cerita lain. Orang yang ingin dapat penghasilan tahu kok kalau bekerja adalah jawaban untuk keinginannya tersebut. Tapi mau kerja atau tidak, itu cerita lain. Orang yang dekat dengan pasangan orang lain tahu kok kalau itu perbuatan tidak benar, dan menjauh dari orang yang sedang dekat dengannya itu adalah solusinya. Tapi mau atau tidak, itu cerita lain.
Continue reading

Semesta dan Hubungannya dengan Drama Kehidupan

Scale of Universe by http://htwins.net/scale2/

Scale of Universe by http://htwins.net/scale2/

Sangat disarankan! Coba tonton slide di htwins.net/scale2 tentang the Scale of the Universe seperti yang di atas. Baiknya dilihat via laptop atau mungkin App Store bagi yang punya iOS. Melihat itu, kita akan begitu tersadar kalau keberadaan planet bumi di semesta yang luasnya tiada batasan dan kompleks ini, ukurannya bahkan bisa jadi lebih kecil dari setitik butiran pasir. Jadi, apalagi keberadaan kita? Dari sini kita akan sadar bahwa segala drama kehidupan yang ada di bumi ini, dari peperangan, masalah politik ekonomi, apalagi keribuatan rumah tangga dan drama kehidupan pribadi kita itu ternyata hanya sebatas ilusi. Cocok tidak jika saya bilang seperti “keributan anak-anak yang dibuat-buat sendiri”? Dibuat oleh manusia, yang hanya merupakan salah satu dari berbagai variasi mahluk hidup pada kelas mamalia, tapi seringkali merasa diri terlalu penting. Padahal, ujung-ujungnya semua itu juga akan lenyap seketika bagaikan tiada arti.

Continue reading

Wow! Inilah yang Terlihat Saat Training Pramugari

Jika ditanya, apa yang sudah saya lewati dan saya temui, bisa jadi blog ini sudah ada ratusan artikel di dalamnya hanya dalam kurun waktu beberapa bulan. Maka itu, tidak satu-satu semuanya saya ceritakan, misalkan cerita tentang pagi-pagi melihat orang “minta-minta” dengan berpenampilan pocong bawa boneka di area Kota – Jakarta Barat, naik grab car yang pengemudinya adalah seorang pebisnis -yang katanya sih punya Jaguar di rumah-, disamperin tante-tante pemilik rumah makan untuk minta dibantu berkomunikasi pakai bahasa inggris via WhatsApp dengan ‘cem-cemannya’, melihat ibu-ibu menyetir truk isi kardus bekas yang menggunung, ngobrol dengan anak petani di kereta, mengajar les privat anak diseleksia, menginap di resort seharga belasan juta per malam (puji syukur saya mendapatkannya gratis. Hehehe),  dan masih banyakkk lagi.

Jadi, karena terlau banyak, saya memilah-milah untuk menceritakan yang menurut saya betul-betul merema saja. Dan ini salah satu pengalaman yang saya rasa nggak mudah untuk saya lupakan.

Sebulanan yang lalu, ini jelas pertama kalinya saya ke daerah Balaraja. Pertama kalinya juga melihat sendiri bagaimana pramugari dan teknisi pesawat di-training, dan proses pengolahan makanan yang nantinya akan disajikan dalam pesawat, di Lion City, sebuah district yang berisi mess, berbagai pos training untuk calon pilot, teknisi, dan terutama pramugari, dan Lion Boga, milik Lion Air Group. Dan…. semuanya keren! Saya seperti sedang study tour di sini. Hahaha.

lion-tcDari sini kita jadi semakin tahu bahwa profesi pramugari memang betul-betul tidak gampang. Makanya, wajar sih kalau gaji mereka juga besar, karena risiko mereka pun besar, belum lagi setara dengan banyaknya kelebihan mereka dari luar dan dalam.

Continue reading

Film Indonesia Favorit: AADC

“Kisah Rangga dan Cinta itu kayak serial TV ya. Nggak kelar-kelar.” -quoted from the movie.

Kemarin hari Kamis tanggal 5-5-2016, saya menonton sekuel dari film legendaris di Indonesia, yaitu Ada Apa Dengan Cinta? 2 (AADC2). AADC merupakan film favorit saya. Mengapa saya menyukai film satu ini? Sebelum saya memberi pendapat untuk sekuelnya yang ke-2 ini, saya ingin mengomentari yang pertama dulu ya.

Ada Apa dengan Cinta (AADC)

Ada Apa dengan Cinta? (AADC)

Bukan saja saya, bagi beberapa penikmat film yang saya kenal, mereka pun berkata bahwa film legendaris ini memang bagus. Film yang dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Dian Sastro ini memang layak disebut melegenda karena; pertama, film inilah yang menjadi titik balik bangkitnya kembali perfilman Indonesia setelah sempat vakum selama belasan tahun. Saat itu, film ini betul-betul fenomenal, dan setelahnya, mulai banyak film Indonesia bermunculan lagi. Kedua, filmnya sendiri pun memang bagus. Kalau tidak bagus, bisa jadi, tidak booming. Kalau tidak booming, mungkin bukan ia sebagai titik baliknya.

Dibuat oleh para seniman dan filmmaker yang andal, nggak aneh sih kalau dari segala sisi, film ini memang apik. Kita mulai bahas dari ceritanya dulu ya. Jelas saya belum menonton seluruh film drama di dunia ini, tapi sejauh yang sudah saya tonton, sepertinya baru AADC yang menceritakan bagaimana ada sepasang manusia bisa bertemu, dipertemukan oleh: puisi.

Continue reading

Fenomena LGBT, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Respon Masyarakat?

CAST-THE-FIRST-STONE
Beberapa waktu yang lalu marak isu LGBT. Maraknya isu ini membuat saya ingin menyuarakan pendapat juga dan akhirnya kesampaian sekarang.

Saya punya teman-teman gay, bahkan salah satu di antaranya adalah teman dekat saya. Namun, apa yang akan saya tuliskan nantinya di sini, alasannya tidak semata-mata karena teman saya gay maka saya berada di pihaknya, karena di sini saya akan bercerita melalui sudut pandang saya pada isu LGBT ini sendiri secara lebih luas.
Continue reading

Ngobrol Saja Kok Diatur?

what-goes-around-comes-back-around
Zaman dahulu kode dalam berkomunikasi digunakan dalam strategi perang dengan tujuan agar komunikasi SULIT DIMENGERTI oleh lawan perang. Jadi, kalau hari ini Anda berkomunikasi pakai kode-kodean kepada lawan bicara Anda, berarti lawan bicara Anda adalah lawan perang Anda. Maka, jangan harap mereka akan mengerti apa yang ingin Anda komunikasikan.

Nah, yang mau saya bahas di sini sebenarnya bukan tentang komunikasi kode-kodean ini, tetapi bahwa ternyata dalam hidup, semua ada ATURANNYA, bahkan termasuk dalam berkomunikasi, entah itu hanya ngobrol sekali pun. Kita tidak bisa berpikir A, berkata B, berlaku C, tapi berharap mendapatkan D. Kita tidak bisa mengomunikasikan sesuatu pakai kode-kodean, lalu berharap lawan bicara mengerti dengan sendirinya. Ya, dalam hidup, kita tidak bisa hidup semau-maunya namun berharap mendapatkan apa yang kita mau.
Continue reading