Cara Mengetahui Profesi yang Cocok untuk Anda

Teman-teman, siapa yang di sini ingin menjadi pebisnis? Jika kamu salah satunya, apa yang menjadi motivasimu? Ada beberapa orang yang ingin berdagang karena bagi mereka, kerja sama orang (being employee) itu tidak akan bikin kaya sampai kapan pun. Well, di sini saya ingin bertanya balik, kalau semua orang ingin jadi pemilik usaha, maka yang jadi karyawan siapa?

Di sinilah saya berharap supaya semakin banyak orang memahami bahwa kerja sama orang tidak lebih buruk dibandingkan menjadi pedagang. Di dunia ini, memang ada yang bakatnya kerja dengan orang, ada juga yang berdagang. Dan, entah apakah kamu karyawan atau pun bos, semua profesi pasti ada tantangan dan kesulitannya tersendiri.

esbi-big

Pada artikel seri “Siapakah Saya?” beberapa waktu lalu, saya ada menuliskan bahwa di hidup ini ada orang-orang yang masuk sebagai kaum entrepreneur, pedangang, seniman, akademisi, superstrar, cinderella (ibu rumah tangga), dan lain-lain.
Continue reading

Wow! Inilah yang Terlihat Saat Training Pramugari

Jika ditanya, apa yang sudah saya lewati dan saya temui, bisa jadi blog ini sudah ada ratusan artikel di dalamnya hanya dalam kurun waktu beberapa bulan. Maka itu, tidak satu-satu semuanya saya ceritakan, misalkan cerita tentang pagi-pagi melihat orang “minta-minta” dengan berpenampilan pocong bawa boneka di area Kota – Jakarta Barat, naik grab car yang pengemudinya adalah seorang pebisnis -yang katanya sih punya Jaguar di rumah-, disamperin tante-tante pemilik rumah makan untuk minta dibantu berkomunikasi pakai bahasa inggris via WhatsApp dengan ‘cem-cemannya’, melihat ibu-ibu menyetir truk isi kardus bekas yang menggunung, ngobrol dengan anak petani di kereta, mengajar les privat anak diseleksia, menginap di resort seharga belasan juta per malam (puji syukur saya mendapatkannya gratis. Hehehe),  dan masih banyakkk lagi.

Jadi, karena terlau banyak, saya memilah-milah untuk menceritakan yang menurut saya betul-betul merema saja. Dan ini salah satu pengalaman yang saya rasa nggak mudah untuk saya lupakan.

Sebulanan yang lalu, ini jelas pertama kalinya saya ke daerah Balaraja. Pertama kalinya juga melihat sendiri bagaimana pramugari dan teknisi pesawat di-training, dan proses pengolahan makanan yang nantinya akan disajikan dalam pesawat, di Lion City, sebuah district yang berisi mess, berbagai pos training untuk calon pilot, teknisi, dan terutama pramugari, dan Lion Boga, milik Lion Air Group. Dan…. semuanya keren! Saya seperti sedang study tour di sini. Hahaha.

lion-tcDari sini kita jadi semakin tahu bahwa profesi pramugari memang betul-betul tidak gampang. Makanya, wajar sih kalau gaji mereka juga besar, karena risiko mereka pun besar, belum lagi setara dengan banyaknya kelebihan mereka dari luar dan dalam.

Continue reading

Film Indonesia Favorit: AADC

“Kisah Rangga dan Cinta itu kayak serial TV ya. Nggak kelar-kelar.” -quoted from the movie.

Kemarin hari Kamis tanggal 5-5-2016, saya menonton sekuel dari film legendaris di Indonesia, yaitu Ada Apa Dengan Cinta? 2 (AADC2). AADC merupakan film favorit saya. Mengapa saya menyukai film satu ini? Sebelum saya memberi pendapat untuk sekuelnya yang ke-2 ini, saya ingin mengomentari yang pertama dulu ya.

Ada Apa dengan Cinta (AADC)

Ada Apa dengan Cinta? (AADC)

Bukan saja saya, bagi beberapa penikmat film yang saya kenal, mereka pun berkata bahwa film legendaris ini memang bagus. Film yang dibintangi oleh Nicholas Saputra dan Dian Sastro ini memang layak disebut melegenda karena; pertama, film inilah yang menjadi titik balik bangkitnya kembali perfilman Indonesia setelah sempat vakum selama belasan tahun. Saat itu, film ini betul-betul fenomenal, dan setelahnya, mulai banyak film Indonesia bermunculan lagi. Kedua, filmnya sendiri pun memang bagus. Kalau tidak bagus, bisa jadi, tidak booming. Kalau tidak booming, mungkin bukan ia sebagai titik baliknya.

Dibuat oleh para seniman dan filmmaker yang andal, nggak aneh sih kalau dari segala sisi, film ini memang apik. Kita mulai bahas dari ceritanya dulu ya. Jelas saya belum menonton seluruh film drama di dunia ini, tapi sejauh yang sudah saya tonton, sepertinya baru AADC yang menceritakan bagaimana ada sepasang manusia bisa bertemu, dipertemukan oleh: puisi.

Continue reading

Fenomena LGBT, Apa Penyebabnya dan Bagaimana Respon Masyarakat?

CAST-THE-FIRST-STONE
Beberapa waktu yang lalu marak isu LGBT. Maraknya isu ini membuat saya ingin menyuarakan pendapat juga dan akhirnya kesampaian sekarang.

Saya punya teman-teman gay, bahkan salah satu di antaranya adalah teman dekat saya. Namun, apa yang akan saya tuliskan nantinya di sini, alasannya tidak semata-mata karena teman saya gay maka saya berada di pihaknya, karena di sini saya akan bercerita melalui sudut pandang saya pada isu LGBT ini sendiri secara lebih luas.
Continue reading

Ngobrol Saja Kok Diatur?

what-goes-around-comes-back-around
Zaman dahulu kode dalam berkomunikasi digunakan dalam strategi perang dengan tujuan agar komunikasi SULIT DIMENGERTI oleh lawan perang. Jadi, kalau hari ini Anda berkomunikasi pakai kode-kodean kepada lawan bicara Anda, berarti lawan bicara Anda adalah lawan perang Anda. Maka, jangan harap mereka akan mengerti apa yang ingin Anda komunikasikan.

Nah, yang mau saya bahas di sini sebenarnya bukan tentang komunikasi kode-kodean ini, tetapi bahwa ternyata dalam hidup, semua ada ATURANNYA, bahkan termasuk dalam berkomunikasi, entah itu hanya ngobrol sekali pun. Kita tidak bisa berpikir A, berkata B, berlaku C, tapi berharap mendapatkan D. Kita tidak bisa mengomunikasikan sesuatu pakai kode-kodean, lalu berharap lawan bicara mengerti dengan sendirinya. Ya, dalam hidup, kita tidak bisa hidup semau-maunya namun berharap mendapatkan apa yang kita mau.
Continue reading

Risiko Orang yang Terlalu Pemalas

lazy

Saya pernah membaca riset bahwa risiko kematian orang yang terlampau pemalas yang sangat jarang beraktifitas sama besarnya dengan risiko kematian orang yang kecanduan rokok.

Iya, bisa saja riset itu benar, karena seorang pemalas berat dan tidak berbuat apa-apa dianggap tidak bermanfaat oleh alam semesta ini. Jadi, semacam tereliminasi oleh seleksi alam.

Dasar-dasar Ilmu Komunikasi

kom

Saya mengambil jurusan Public Relations saat kuliah. Ada banyak pertimbangan mengapa saya mengambil jurusan ini. Namun, saat ini yang ingin saya bagikan adalah ilmu komunikasi yang saya dapatkan semasa kuliah dan sepanjang yang saya tinjau dan praktekkan.

Banyak yang beranggapan, kalau komunikasi itu apa sulitnya sih? Kan ‘cuma ngomong’ doang? Nah, kalau betul komunikasi itu hanya sebatas ‘ngomong’ / ‘berbicara’ doang, mengapa sampai ada fakultas komunikasi di jenjang perkuliahan? Bahkan tempat kuliah saya dulu khusus menyediakan fakultas komunikasi saja. Maka itu disebut Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi. Belum lagi, di setiap perusahaan, terutama perusahaan yang sudah mumpuni, pastinya ada divisi komunikasi. Divisi komunikasi itu biasanya menaungi bagian marketing, public relations, dan advertising, yang mana bagian-bagian ini penting bukan untuk sebuah perusahaan? Belum lagi, banyak loh hubungan antar manusia, dari skala kecil misalkan keluarga sampai skala besar seperti perusahaan yang menjadi semakin baik atau semakin renggang karena hanya masalah komunikasi.
Continue reading