Tag Archives: devotional

Fisika x Metafisika

rumus-fisika

Hidup itu realistis.

Fisika mewakili usaha. Metafisika mewakili doa.

Usaha tanpa doa = masih ada harapan.
Doa tanpa usaha = ngarep.
Tidak ada usaha, tidak ada doa = ngarep pun dilarang.

 

Advertisements

Conversation of the Year 2015

A: Lawan bicara. O: saya.

A: Tahun lalu gue juga gejala depresi, ki. Mungkin karena kita sempet terlalu berambisi. Makanya tahun lalu gue tuh kayak lahir baru. Gue kehilangan beberapa teman-teman lama (yang memberi pengaruh kurang baik), tapi abis itu digantiin dengan teman-teman baru yang memberi pengaruh lebih baik. Gue juga jadi lebih sabar di rumah, dan kelihatan dampaknya ke orang-orang rumah gue juga jadi lebih baik. Gue sih ngga pernah nyerah sama mimpi gue, tapi sudah ngga terlalu ngoyo kayak dulu. Yang penting jangan terlalu depend sama diri sendiri dan orang lain, mesti lebih berserah kepada Tuhan. Terus, yang sudah lewat, lewat saja.
Nah, tapi abis ini pasti ada tantangan baru lagi…

O: True. =)

Sebagian Besar Hidup adalah Pilihan

Screenshot_2015-08-30-23-16-11

Ada hal-hal yang tidak bisa kita pilih di dunia ini, misalkan kita lahir di keluarga mana, lahir sebagai pria atau wanita, lahir dengan membawa bakat apa, dan kejadian apa yang tiba-tiba bisa terjadi hari ini (misalkan tiba-tiba kita kecopetan walaupun kita sudah memilih jalan yang aman). Tapi, ternyata hal-hal yang tidak bisa kita pilih tersebut presentasenya mungkin hanya kurang lebih 10% dalam hidup kita, APALAGI jika usia kita sudah 21 tahun ke atas yang secara harafiah disebut usia dewasa. Saat usia kita sudah 21 tahun ke atas, betul-betul tanggung jawab ada di diri kita dalam mengambil setiap keputusan hidup.

Continue reading

Perjalanan untuk Mengenali Diri Sendiri (Bagian ke-3)

common sense

Pada artikel bagian ke-2 sebelumnya, saya ada menyebut kata “book smart”. Maksudnya apa sih “book smart”? Jadi, kecerdasan seseorang bisa dibentuk dari 2 macam sumber, yaitu dari buku-buku (teori) atau dari eksperimen langsun di lapangan (praktek). Book smart merujuk pada orang yang sangat suka belajar, membaca, mencari tahu wawasan-wawasan baru, dan biasanya disebut juga sebagai orang yang well-educated, sedangkan street smart adalah orang-orang yang cerdas melalui terjun langsung di lapangan, melihat kondisi di lapangan seperti apa, dealing langsung dengan kondisi di lapangan, dan mempraktekkan apa yang seharusnya dilakukan.

Nah di dunia ini, ada yang masuk sebagai kaum akademisi/cendekiawan (intellectual). Orang-orang seperti ini cocok berprofesi sebagai guru, dosen, profesor, filsuf, dan semacamnya. Para kaum akademisi wajib merupakan orang yang book smart! Namun jika ia juga street smart tentunya merupakan nilai plus. Jadi ketika ia berbagi pengetahuannya kepada orang lain biasanya akan lebih mengena karena bisa dihubungkan dengan pengalaman pribadinya di lapangan.

Continue reading

Film Favorit

Film yang bagus banyak. Kadang kalau ditanya film favorit saya apa, bingung jawabnya. Namun, kalau benar-benar harus jawab, saya akan menjawab film-film pada gambar di atas ini. Mengapa? Berikut ini alasannya:

lib

1. Life is Beautiful (LIB)
LIB ini film jadul tahun 1997. Saya bukan pengamat film, tetapi bagi saya, story is the key point of a movie. Sebuah film harus ada ceritanya dan mampu bercerita. Jadi walaupun film action, bukan berarti isinya berantem doang, dan mengenyampingkan cerita. Kalau cuma mau lihat adegan berantem/fighting, apa bedanya dengan menonton tawuran anak sekolah atau lomba bela diri? Tinggal pilih saja, mau menonton yang mana, yang ilegal atau legal. XD Hal ini juga berlaku pada film horor, komedi, dan genre lainnya.

Berikutnya, buat saya, salah satu faktor film yang bagus adalah ketika alur ceritanya menarik dan sulit ditebak. Coba saja kalau Anda menonton film yang.. “ah gue juga udah tahu, abis ini pasti gini, abis itu pasti gitu, terus akhirnya paling gini-gitu,” tidak menarik bukan? Apalagi kalau film yang fondasi ceritanya tidak kuat, atau yang orang suka bilang “ini film ngga ada ceritanya, cuma ‘jual’ pemainnya atau isinya cuma berantem doang”, pastinya jadi biasa saja, bukan? Oleh karena itu, film yang bagus seharusnya punya cerita yang kuat, mampu bercerita secara efektif, dan merupakan nilai plus kalau ceritanya “unpredictable” atau susah ditebak.

Continue reading

Re-write

Testi Compilation 1

Beberapa komentar pada artikel 4-5 tahun yang lalu.

Saya yakin ini tidak terdengar berlebihan bahwa saya senang sekali karena kini saya kembali menulis lagi. Jadi, apa selama ini saya berhenti menulis? Tentu tidak..! Selama ini pastinya tetap menulis, tapi menulis di akun-akun Social Media para brand yang saya tangani. Tapi tentunya kebutuhan dan tujuan menulis pada pekerjaan saya tersebut berbeda dengan yang saya lakukan saat ini. Pada pekerjaan saya sebagai Social Media Strategist, jelas saya menulis untuk kepentingan pekerjaan dan gaya penulisannya sendiri pun masuk ke dalam creative and marketing writing. Tapi kalau di blog pribadi, tentu kadar semangat menulisnya lebih tinggi karena saya bebas menulis apa yang ingin saya tulis, bukan (sekadar) apa yang ingin didengar oleh pembaca, serta tidak ada tanggung jawab profesional kepada pihak mana pun. Eits, bebas bukan berarti menulis sesuka hati tanpa menjunjung etika sosial dan sikap hormat kepada pihak-pihak tertentu ya. Tetap ada tanggung jawab moral pastinya.

Jadi, 5 tahun yang lalu saya sudah mulai menulis blog. Blog saya waktu itu URL-nya adalah http://nicetobeoki.blogspot.com, dan pengunjungnya sudah cukup ramai sebenarnya. Waktu itu, sama seperti sekarang, isi blog saya itu adalah tentang pedoman, filosofi, nilai-nilai, makna kehidupan, dan sedikit banyak ‘berbau’ hal-hal yang berhubungan dengan self-help, psikologi, dan karakter manusia, yang mana semua ide penulisan itu datang dari pengamatan, pengalaman, dan perenungan yang mendalam, serta dengan asupan pengetahuan dari luar juga, selama 20 tahun lebih.

Continue reading