Tag Archives: inspirasi

Tentang Keberadaan, Keyakinan, Keputusan, dan Kehendak Tuhan

life hack

These are some of my thoughts recently.

#1. When we let go of a person in our life, new person is coming. And yes, anything new is always excited BUT doesn’t mean for a lifetime! Some people come into our life for a purpose. It could be for professional purpose, for teach us something, for entertaining us or/and the vice versa, for certain period or lifetime, or anything else. In this case, I remember this quote “we have three types of friends in life; friends for a reason, friends for a season and friends for a lifetime”.

#2. Kita tidak akan percaya/yakin kepada siapa pun, sebelum kita percaya dan yakin kepada diri kita sendiri.
Continue reading

Advertisements

Cara Mengetahui Profesi yang Cocok untuk Anda

Teman-teman, siapa yang di sini ingin menjadi pebisnis? Jika kamu salah satunya, apa yang menjadi motivasimu? Ada beberapa orang yang ingin berdagang karena bagi mereka, kerja sama orang (being employee) itu tidak akan bikin kaya sampai kapan pun. Well, di sini saya ingin bertanya balik, kalau semua orang ingin jadi pemilik usaha, maka yang jadi karyawan siapa?

Di sinilah saya berharap supaya semakin banyak orang memahami bahwa kerja sama orang tidak lebih buruk dibandingkan menjadi pedagang. Di dunia ini, memang ada yang bakatnya kerja dengan orang, ada juga yang berdagang. Dan, entah apakah kamu karyawan atau pun bos, semua profesi pasti ada tantangan dan kesulitannya tersendiri.

esbi-big

Pada artikel seri “Siapakah Saya?” beberapa waktu lalu, saya ada menuliskan bahwa di hidup ini ada orang-orang yang masuk sebagai kaum entrepreneur, pedangang, seniman, akademisi, superstrar, cinderella (ibu rumah tangga), dan lain-lain.
Continue reading

Sebagian Besar Hidup adalah Pilihan

Screenshot_2015-08-30-23-16-11

Ada hal-hal yang tidak bisa kita pilih di dunia ini, misalkan kita lahir di keluarga mana, lahir sebagai pria atau wanita, lahir dengan membawa bakat apa, dan kejadian apa yang tiba-tiba bisa terjadi hari ini (misalkan tiba-tiba kita kecopetan walaupun kita sudah memilih jalan yang aman). Tapi, ternyata hal-hal yang tidak bisa kita pilih tersebut presentasenya mungkin hanya kurang lebih 10% dalam hidup kita, APALAGI jika usia kita sudah 21 tahun ke atas yang secara harafiah disebut usia dewasa. Saat usia kita sudah 21 tahun ke atas, betul-betul tanggung jawab ada di diri kita dalam mengambil setiap keputusan hidup.

Continue reading

Alasan Menulis

Image: Yuranda M

Image: Yuranda M

Seperti yang saya tuliskan pada artikel saya yang berjudul Re-write, kurang lebih 5 sampai 6 tahun yang lalu saya sudah nge-blog sebenarnya. Konten blognya kurang lebih seperti blog ini. Pengunjung blog saya waktu itu sudah cukup banyak sampai akhirnya saya deactivate. Mengapa saya deactivate? Waktu itu ada kejadian dalam hidup saya, yang bisa dibilang salah satu turning point dalam hidup saya yang membuat saya memutuskan untuk melakukan hal ini. Intinya adalah saya merasa begitu bersalah dan malu karena saya tidak melakukan apa yang saya tulis, terutama kepada teman-teman yang membaca blog saya dan tahu apa kejadiannya.

Yet, life goes on. Tahun ini, saya memutuskan nge-blog lagi bukan karena saya yakin saya sudah melakukan semua yang saya tulis selama 5 tahun vakum ini, tetapi karena alasan sederhana saja, yaitu ya saya ingin menulis. 🙂 Saya menulis karena saya suka berbagi. Yang ingin saya bagikan adalah semua yang ada di otak saya. Sebenarnya agak serupa dengan menulis diary, tetapi interpretasinya yang berbeda. Saya tidak melulu menceritakan kejadiaannya tetapi lebih berbagi pada apa pelajaran yang saya ambil di dalamnya. Jangankan kejadian langsung pada diri saya, film Spiderman yang saya tonton saja saya analisa pesan moral di dalamnya apa. :)) Saya juga sadar bahwa pola penulisan saya cenderung terdengar sedang seperti memberikan pengajaran. Padahal sesungguhnya saya sama sekali tidak bermaksud mengajari orang lain, tetapi justru sembari berbagi, saya sembari mengajari dan mengingatkan diri saya sendiri! Kesukaan dan kemampuan saya seperti ini karena.. yah mau gimana lagi, mungkin inilah yang disebut karunia dan bawaan juga.

Jadi, mudah-mudahan saat ini saya tidak lagi memandang apa pun yang saya tulis adalah sebuah beban berat bagi saya karena saya sudah tahu tujuan saya menulis bukan untuk mengesankan orang lain tetapi untuk mengekspresikan diri saya.

Perjalanan untuk Mengenali Diri Sendiri (Bagian ke-3)

common sense

Pada artikel bagian ke-2 sebelumnya, saya ada menyebut kata “book smart”. Maksudnya apa sih “book smart”? Jadi, kecerdasan seseorang bisa dibentuk dari 2 macam sumber, yaitu dari buku-buku (teori) atau dari eksperimen langsun di lapangan (praktek). Book smart merujuk pada orang yang sangat suka belajar, membaca, mencari tahu wawasan-wawasan baru, dan biasanya disebut juga sebagai orang yang well-educated, sedangkan street smart adalah orang-orang yang cerdas melalui terjun langsung di lapangan, melihat kondisi di lapangan seperti apa, dealing langsung dengan kondisi di lapangan, dan mempraktekkan apa yang seharusnya dilakukan.

Nah di dunia ini, ada yang masuk sebagai kaum akademisi/cendekiawan (intellectual). Orang-orang seperti ini cocok berprofesi sebagai guru, dosen, profesor, filsuf, dan semacamnya. Para kaum akademisi wajib merupakan orang yang book smart! Namun jika ia juga street smart tentunya merupakan nilai plus. Jadi ketika ia berbagi pengetahuannya kepada orang lain biasanya akan lebih mengena karena bisa dihubungkan dengan pengalaman pribadinya di lapangan.

Continue reading

Film Favorit

Film yang bagus banyak. Kadang kalau ditanya film favorit saya apa, bingung jawabnya. Namun, kalau benar-benar harus jawab, saya akan menjawab film-film pada gambar di atas ini. Mengapa? Berikut ini alasannya:

lib

1. Life is Beautiful (LIB)
LIB ini film jadul tahun 1997. Saya bukan pengamat film, tetapi bagi saya, story is the key point of a movie. Sebuah film harus ada ceritanya dan mampu bercerita. Jadi walaupun film action, bukan berarti isinya berantem doang, dan mengenyampingkan cerita. Kalau cuma mau lihat adegan berantem/fighting, apa bedanya dengan menonton tawuran anak sekolah atau lomba bela diri? Tinggal pilih saja, mau menonton yang mana, yang ilegal atau legal. XD Hal ini juga berlaku pada film horor, komedi, dan genre lainnya.

Berikutnya, buat saya, salah satu faktor film yang bagus adalah ketika alur ceritanya menarik dan sulit ditebak. Coba saja kalau Anda menonton film yang.. “ah gue juga udah tahu, abis ini pasti gini, abis itu pasti gitu, terus akhirnya paling gini-gitu,” tidak menarik bukan? Apalagi kalau film yang fondasi ceritanya tidak kuat, atau yang orang suka bilang “ini film ngga ada ceritanya, cuma ‘jual’ pemainnya atau isinya cuma berantem doang”, pastinya jadi biasa saja, bukan? Oleh karena itu, film yang bagus seharusnya punya cerita yang kuat, mampu bercerita secara efektif, dan merupakan nilai plus kalau ceritanya “unpredictable” atau susah ditebak.

Continue reading

Re-write

Testi Compilation 1

Beberapa komentar pada artikel 4-5 tahun yang lalu.

Saya yakin ini tidak terdengar berlebihan bahwa saya senang sekali karena kini saya kembali menulis lagi. Jadi, apa selama ini saya berhenti menulis? Tentu tidak..! Selama ini pastinya tetap menulis, tapi menulis di akun-akun Social Media para brand yang saya tangani. Tapi tentunya kebutuhan dan tujuan menulis pada pekerjaan saya tersebut berbeda dengan yang saya lakukan saat ini. Pada pekerjaan saya sebagai Social Media Strategist, jelas saya menulis untuk kepentingan pekerjaan dan gaya penulisannya sendiri pun masuk ke dalam creative and marketing writing. Tapi kalau di blog pribadi, tentu kadar semangat menulisnya lebih tinggi karena saya bebas menulis apa yang ingin saya tulis, bukan (sekadar) apa yang ingin didengar oleh pembaca, serta tidak ada tanggung jawab profesional kepada pihak mana pun. Eits, bebas bukan berarti menulis sesuka hati tanpa menjunjung etika sosial dan sikap hormat kepada pihak-pihak tertentu ya. Tetap ada tanggung jawab moral pastinya.

Jadi, 5 tahun yang lalu saya sudah mulai menulis blog. Blog saya waktu itu URL-nya adalah http://nicetobeoki.blogspot.com, dan pengunjungnya sudah cukup ramai sebenarnya. Waktu itu, sama seperti sekarang, isi blog saya itu adalah tentang pedoman, filosofi, nilai-nilai, makna kehidupan, dan sedikit banyak ‘berbau’ hal-hal yang berhubungan dengan self-help, psikologi, dan karakter manusia, yang mana semua ide penulisan itu datang dari pengamatan, pengalaman, dan perenungan yang mendalam, serta dengan asupan pengetahuan dari luar juga, selama 20 tahun lebih.

Continue reading