Tag Archives: motivasi

Tentang Keberadaan, Keyakinan, Keputusan, dan Kehendak Tuhan

life hack

These are some of my thoughts recently.

#1. When we let go of a person in our life, new person is coming. And yes, anything new is always excited BUT doesn’t mean for a lifetime! Some people come into our life for a purpose. It could be for professional purpose, for teach us something, for entertaining us or/and the vice versa, for certain period or lifetime, or anything else. In this case, I remember this quote “we have three types of friends in life; friends for a reason, friends for a season and friends for a lifetime”.

#2. Kita tidak akan percaya/yakin kepada siapa pun, sebelum kita percaya dan yakin kepada diri kita sendiri.
Continue reading

Taksi Konvensional VS Taksi Online

Taksi
Kembali marak terjadi. Demo para sopir angkutan umum terhadap taksi/ojek online, namun kali ini terjadi di kota-kota luar Jakarta. Karena peristiwa ini, saya jadi teringat tahun lalu saat demo taksi konvensional di Jakarta menjadi rusuh dan anarkis, seperti biasa, netizen pun mulai banyak yang berkomentar di social media menanggapi peristiwa tersebut.

Selain membahas fenomena angkutan online, saya sebenarnya lebih ingin bercerita tentang sesuatu yang disebut; berpikir secara holistik (bepikir secara menyeluruh/luas). Jadi, saat kita “melihat” suatu peristiwa, kita melihatnya dari banyak sisi. Saya percaya bahwa saat kita dapat berpikir secara holistik, entah seberapa besar pengaruhnya, itu akan membantu kita agar lebih bisa menguasai emosi/perasaan kita, membantu mengasah rasa empati kita, dan membuat kita jadi lebih pengertian tentunya. Analoginya, hanya karena ada sedikit “koreng” di kulit jeruk, bukan berarti jeruk tersebut busuk bukan?
Continue reading

EQ vs IQ (part 1)

eq

Jika ditanya apa perbedaan kecerdasan intelejensia (IQ) dengan kecerdasan emosi (EQ), salah satu perbedaan yang paling sederhana adalah IQ itu perkara tentang TAHU, sedangkan EQ itu perkara tentang MAU.

Contoh-contohnya seperti ini; orang yang ingin melangsingkan badan, ia tahu kok kalau ngemil terus maka dietnya akan gagal. Tapi, mau ngemil lagi atau tidak, itu cerita lain. Orang yang ingin dapat penghasilan tahu kok kalau bekerja adalah jawaban untuk keinginannya tersebut. Tapi mau kerja atau tidak, itu cerita lain. Orang yang dekat dengan pasangan orang lain tahu kok kalau itu perbuatan tidak benar, dan menjauh dari orang yang sedang dekat dengannya itu adalah solusinya. Tapi mau atau tidak, itu cerita lain.
Continue reading

Conversation of the Year 2015

A: Lawan bicara. O: saya.

A: Tahun lalu gue juga gejala depresi, ki. Mungkin karena kita sempet terlalu berambisi. Makanya tahun lalu gue tuh kayak lahir baru. Gue kehilangan beberapa teman-teman lama (yang memberi pengaruh kurang baik), tapi abis itu digantiin dengan teman-teman baru yang memberi pengaruh lebih baik. Gue juga jadi lebih sabar di rumah, dan kelihatan dampaknya ke orang-orang rumah gue juga jadi lebih baik. Gue sih ngga pernah nyerah sama mimpi gue, tapi sudah ngga terlalu ngoyo kayak dulu. Yang penting jangan terlalu depend sama diri sendiri dan orang lain, mesti lebih berserah kepada Tuhan. Terus, yang sudah lewat, lewat saja.
Nah, tapi abis ini pasti ada tantangan baru lagi…

O: True. =)

Sebagian Besar Hidup adalah Pilihan

Screenshot_2015-08-30-23-16-11

Ada hal-hal yang tidak bisa kita pilih di dunia ini, misalkan kita lahir di keluarga mana, lahir sebagai pria atau wanita, lahir dengan membawa bakat apa, dan kejadian apa yang tiba-tiba bisa terjadi hari ini (misalkan tiba-tiba kita kecopetan walaupun kita sudah memilih jalan yang aman). Tapi, ternyata hal-hal yang tidak bisa kita pilih tersebut presentasenya mungkin hanya kurang lebih 10% dalam hidup kita, APALAGI jika usia kita sudah 21 tahun ke atas yang secara harafiah disebut usia dewasa. Saat usia kita sudah 21 tahun ke atas, betul-betul tanggung jawab ada di diri kita dalam mengambil setiap keputusan hidup.

Continue reading

Ada Apa dengan Motivator?

Quotes (47)

Walaupun tidak viral, dan pastinya tidak semua orang, tetapi belakangan profesi motivator memiliki citra yang kurang baik bagi beberapa orang. Jadi, ada orang-orang yang beranggapan bahwa para motivator hanya jago berteori saja, tetapi prestasinya sendiri tidak ada. Maksudnya, para motivator tersebut tidak ada bisnis atau prestasi apa pun, dan akhirnya bisnisnya itu ya menjadi motivator, yang artinya menjual teori mereka melalui seminar, buku, dan produk-produknya yang lain.

Setahu saya pribadi, sebenarnya dulu konsep motivator memang kebalikan dari anggapan orang yang saya tulis di atas. Jadi sederhananya, motivator adalah para kaum entrepreneur atau orang-orang sukses yang suka berbagi. Maksudnya begini, misalkan ada seseorang yang akhirnya sukses menjadi entrepreneur, lalu ia ingin berbagi pengalamannya selama ini bagaimana akhirnya ia bisa sukses agar orang lain juga bisa sukses seperti dirinya, di sinilah ia disebut motivator. Mengapa sebutannya motivator? Karena jika ia saja bisa melewati masa-masa sulitnya sampai akhirnya bisa sukses, berarti ia percaya orang lain juga bisa. Memotivasi bukan? Contohnya ini, setahu saya seperti Chairul Tanjung dan Aprie Angeline.

Continue reading

Perjalanan untuk Mengenali Diri Sendiri (Bagian ke-4)

ppp
Sampai di sini, mungkin Anda bertanya-tanya, berarti khusus untuk entrepreneur wanita tidak ada pasangan yang ‘menyelamatkannya’ dong, karena kalau ada yang ‘menyelamatkan’, si wanita tidak jadi kaum entrepreneur, malah masuk jadi kaum cinderella? Tidak juga. Pernah mendengar quotes ‘di balik pria sukses, ada wanita yang hebat’? Well, bagi saya quotes ini sebenarnya berlaku untuk wanita maupun pria, tergantung siapa yang akan jadi entrepreneur. Saya melihat ada banyak entreprenuer pria maupun wanita yang hidupnya sedikit banyak juga ‘terselamatkan’ oleh pasangannya. Perbedaannya, adalah pada peran pasangannya biasanya.

Continue reading