Tag Archives: Renungan Hidup

Fisika x Metafisika

rumus-fisika

Hidup itu realistis.

Fisika mewakili usaha. Metafisika mewakili doa.

Usaha tanpa doa = masih ada harapan.
Doa tanpa usaha = ngarep.
Tidak ada usaha, tidak ada doa = ngarep pun dilarang.

 

Advertisements

Semesta dan Hubungannya dengan Drama Kehidupan

Scale of Universe by http://htwins.net/scale2/

Scale of Universe by http://htwins.net/scale2/

Sangat disarankan! Coba tonton slide di htwins.net/scale2 tentang the Scale of the Universe seperti yang di atas. Baiknya dilihat via laptop atau mungkin App Store bagi yang punya iOS. Melihat itu, kamu akan begitu tersadar kalau keberadaan planet bumi di semesta yang luasnya tiada batasan dan kompleks ini, ukurannya bahkan bisa jadi lebih kecil dari setitik butiran pasir, mungkin hanya seperti sebuah partikel. Jadi, apalagi keberadaan kita? Dari sini kita akan sadar bahwa segala drama kehidupan yang ada di bumi ini, dari peperangan, masalah politik ekonomi, apalagi keribuatan rumah tangga dan drama kehidupan pribadi kita itu ternyata hanya sebatas ilusi. Semacam keributan anak-anak yang dibuat-buat sendiri. Dibuat oleh manusia, yang hanya merupakan salah satu dari berbagai variasi mahluk hidup pada spesies mamalia, tapi seringkali merasa diri terlalu penting. Padahal, ujung-ujungnya semua itu juga akan lenyap seketika bagaikan tiada arti.

Continue reading

Conversation of the Year 2015

A: Lawan bicara. O: saya.

A: Tahun lalu gue juga gejala depresi, ki. Mungkin karena kita sempet terlalu berambisi. Makanya tahun lalu gue tuh kayak lahir baru. Gue kehilangan beberapa teman-teman lama (yang memberi pengaruh kurang baik), tapi abis itu digantiin dengan teman-teman baru yang memberi pengaruh lebih baik. Gue juga jadi lebih sabar di rumah, dan kelihatan dampaknya ke orang-orang rumah gue juga jadi lebih baik. Gue sih ngga pernah nyerah sama mimpi gue, tapi sudah ngga terlalu ngoyo kayak dulu. Yang penting jangan terlalu depend sama diri sendiri dan orang lain, mesti lebih berserah kepada Tuhan. Terus, yang sudah lewat, lewat saja.
Nah, tapi abis ini pasti ada tantangan baru lagi…

O: True. =)

Re-write

Testi Compilation 1

Beberapa komentar pada artikel 4-5 tahun yang lalu.

Saya yakin ini tidak terdengar berlebihan bahwa saya senang sekali karena kini saya kembali menulis lagi. Jadi, apa selama ini saya berhenti menulis? Tentu tidak..! Selama ini pastinya tetap menulis, tapi menulis di akun-akun Social Media para brand yang saya tangani. Tapi tentunya kebutuhan dan tujuan menulis pada pekerjaan saya tersebut berbeda dengan yang saya lakukan saat ini. Pada pekerjaan saya sebagai Social Media Strategist, jelas saya menulis untuk kepentingan pekerjaan dan gaya penulisannya sendiri pun masuk ke dalam creative and marketing writing. Tapi kalau di blog pribadi, tentu kadar semangat menulisnya lebih tinggi karena saya bebas menulis apa yang ingin saya tulis, bukan (sekadar) apa yang ingin didengar oleh pembaca, serta tidak ada tanggung jawab profesional kepada pihak mana pun. Eits, bebas bukan berarti menulis sesuka hati tanpa menjunjung etika sosial dan sikap hormat kepada pihak-pihak tertentu ya. Tetap ada tanggung jawab moral pastinya.

Jadi, 5 tahun yang lalu saya sudah mulai menulis blog. Blog saya waktu itu URL-nya adalah http://nicetobeoki.blogspot.com, dan pengunjungnya sudah cukup ramai sebenarnya. Waktu itu, sama seperti sekarang, isi blog saya itu adalah tentang pedoman, filosofi, nilai-nilai, makna kehidupan, dan sedikit banyak ‘berbau’ hal-hal yang berhubungan dengan self-help, psikologi, dan karakter manusia, yang mana semua ide penulisan itu datang dari pengamatan, pengalaman, dan perenungan yang mendalam, serta dengan asupan pengetahuan dari luar juga, selama 20 tahun lebih.

Continue reading